Yuk Kelola Jejak Gigital Yang Baik


Resume  ke-2  GMLD

hari/Tanggal ; Rabu, 3 Nopember 2021

Narasumber :  Bapak Dedy Dwutagama

Moderator :  Ibu Helwiyah



 

Lebih baik membuat orang tersenyum selagi kita masih menghirup udara segar.  Membuat aroma yang selalu menebarkan keelokannya.   Sosok tersembunyi akan terendus dengan tangan emasnya. Memberi warna menghiasai dunia maya. Jejak digital mencuat tak terkira. Orang yang dianggap biasa menjadi luar biasa. Siapapun orangnya dapat melakukannya, melalui   jari kecilnya mencipta tulisan yang bermakna. Alangkah senangnya nama kita, tampil di pencarian maya. 

Pertemuan ke dua  GMLD sangat menarik perhatian kita. Dunia maya sering diidentikkan dengan peran negatif karena salah penggunaan. Kali ini Bapak Dedi Dwitagama memberikan  materi dari sudut pandang yang berbeda. Beliau mengajak untuk mengelola jejak digital yang baik.  Jika kita berselancar di dunia maya, ketik di google pencarian "Dedi Dwitagama" akan muncul nama beliau  di sepanjang halaman,akan tampak beberapa tautan yang berupa tulisan, gambar dan foto serta vedeo youtube.  Beliau juga mengajak untuk yang suka instagram  memfollow instagram beliau dan suka youtube untuk  subscribe channel yang menurut penuturan  beliau   subscriber ya baru 4300 dan videonya hampir 2000. Sungguh luar biasa sebuah ungkapan paradoks yang membuat kita merasa kecil. Adapun Podcast  beliau adalah https://open.spotify.com/show/682AwWJf6kp1X8GfdJumED?si=56f21efb6b9d4d91



Bapak Dedy Dwitagama  menyampaikan materi secara luas melalui metode tanya jawab dengan media audio di WAG menggunakan  sistem saring dan menjawab pertanyaan menggunakan voice. Sebuah pertanyaan yang menimbulkan banyak variasi pengalaman. Beliau berharap ada salah satu peserta yang berkenan menjadi relawan untuk menjawab pertanyaan yang beliau lontarkan.  

    "Sejak anda bersekolah dari TK hingga perguruan tinggi bahkan S3 adakah nama seorang guru atau dosen yang anda kenal sebagai guru atau dosen yang luar biasa?" 

Ingatan peserta akan pengalamannya pribadi sangat banyak. Masih teringat dengan jelas, cerita-cerita tentang sifat, karakter dan kompetensi yang dimilikinya.  Nama-nama guru hebat mereka, ketika dilakukan pada mesin  pencarian  google tidak ada satupun yang muncul. Mereka adalah orang-orang hebat, namun tidak mempunyai jejak digital atau  tidak serius mengelola jejak digital. 

Nama-nama orang hebat itu makin lama makin tenggelam seiring berjalannya waktu.  Mereka akan digantikan oleh orang-orang baru. Ingatan manusia sangat terbatas.   Jika kita bertanya pada alumni pada suatu sekolah yang sudah lulus puluhan tahun, atau bahkan pada saat itu sekolah sebagai murid yang berprestasi, akan susah mengingat nama-nama guru mereka. 

Memori ingatan kita tertumpuk oleh peristiwa-peristiwa lain yang tak terhitung jumlahnya. Apalagi dihadapkan pada angka-angka, walaupun selang waktu hanya singkat akan mudah terlupakan. Orang-orang bisa kita ingat adalah orang-orang yang mempunyai keunikan tersendiri. Seorang guru, dosen atau bahkan seorang profesor akan diingat misalnya mampu menjelaskan materi yang mudah dimengerti, atau tidak membuat ngantuk dan sebagainya. Begitu juga teman sekolah  atau jika seorang guru bekas murid  di sekolah, akan mudah diingat misalnya karena kepintarannya, kenakalannya, atau terampil dalam bermain sepak bola, menyanyi dan lain-lain. 

Jika kita tidak mempunyai keunikan, tidak mempunyai prestasi yang menonjol, buka seorang profesor apakah bisa diingat dan dikenal orang? Orang yang mempunyai keunikan, dikenal dalam batasan komunikasi masa lalu. dahulu adalah temanku, guruku, tetanggaku dan sebagainya. 

Siapapun kita, jejak digital  akan mengingatkan orang-orang yang pernah kita kenal dan bahkan orang yang tidak pernah kenal. Melalui aplikasi digital, konten-konten kita tampilan, bisa berupa aktivitas-aktivitas penting ,tulisan-tulisan,  foto-foto, video di YouTube, podcast, blog dan media-media online akan dapat diakses semua orang dan bisa mendatangkan manfaat bagi mereka. 

Ingat konten yang kita tampilkan harus bernilai positif karena jika kita mengindahkan hal tersebut akan menyulitkan kita sendiri. KIta akan mendapat serangan-serangan netizen, pelaporan, dan jiak sudah melanggar UU IT maka kita harus berurusan dengan hukum. 

Untuk membuat konten banyak hal yang bisa kita lakukan. Kegiatan apapun yang kita lakukan yang bernilai baik di dokumentasikan. Bahkan menurut Bapak Dedi bahwa beliau setiap ada kegiatan seminar dimana beliau sebagai narasumber selalu membawa fotografer untuk mendokumentasikannya. Dengan demikian jejak digital yang baik kelak anak cucu kita bisa melihat bagaimana jejak leluhurnya.

Adanya media digital baru saat ini, bagaimana dengan orang-orang terdahulu. Kita sudah memahami bagaimana orang-orang terkenal namanya selalu terabadikan karena ilmu-ilmu yang selalu dimanfaatkan. Melalui tulisan-tulisan yang selalu tidak akan lekang di makan waktu. Setiap saat ada orang yang menulisnya, untuk mengambilnya teori-teorinya. Dan di era digital pun walupun orang tersebut sudah tidak ada, ada orang yang menulis di media digital. Kisah-kisah para nabi, para ulama,para  ilmuwan, filosof dan sebagainya.

Jika nama kita akan selalu dikenal maka menulislah sehingga  bermanfaat bagi orang lain. Buatlah jejak digital di media online. Hal tersebut bisa dilakukan oleh siapa saja Walaupun terkendala sinyal. Semua tergantung  pada niat. Saat ini semua pekerjaan banyak memanfaatkan media digital:  di kantor-kantor, berjualan, transportasi dan sebagainya dalam rangka memudahkan pekerjaan, meningkatkan kualitas pekerjaan dan menebarkan kebaikan.

Kita bukalah orang terkenal, jejak digital yang akan mengenal kita. Tebarkan manfaat jika akan dikenang selamanya. Berbuat  kebajikan akan mendatangkan kebahagiaan hingga di akhir hayat. Jejak digital kita kelola dengan baik agar kebermanfaatan dapat dirasakan oleh masyarakat luas. 



Komentar

  1. ASSALAMU ALAIKUM, INI MAH SIUDAH MASTERNYA ATUH SAHABATKU DI bm 20. IBU SUDAH TERBITKAN BUKU SOLO?

    AYO IKUT BERBAGI TTG HEBOHNYA BIKIN BUKU, BUKU ANTOLOGI ATAU TTG BIKIN BUKU SOLO HINGGA JADI.

    NANTI SAYA JAPRI.

    RESUME DAH.... TERBAIK

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelombang Senja

Menjadi Pejuang Kebenaran di Tengah Gempuran Hoaks

BUku Mahkota Penulis, Buku Muara Penulis