Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Resume ke : 4
Tanggal : 19 Juni 2021
Tema : Menulis Buku dari Karya Ilmiah
Nara Sumber : Noralia Purwa Yunita, M.Pd
Gelombang : 19
Menulis buku adalah impian. Karya tulis yang sudah kita punyai alangkah sayangnya jika hanya sebagai koleksi. Namun sebagai penulis pemula sulit memunculkan kreatifitas. Kreatifitas memerlukan keberanian. Simak paparan yang di sampaikan ibu Noralita Purwa Yunita, M.Pd pada pelatihan belajar menulis pertemuan ke 4 dengan tema Menulis Buku dari Karya Ilmiah.
Selayang pandang tentang Profil Ibu Noralita Purwa Yunita M.Pd
Ibu Nora adalah Seorang pengajar di SMPN 8 Semarang. Mendapat gelar Magister di Universitas Negeri Semarang. Sebagai loker di komunitas sejuta guru ngeblog dan juga sebagai anggota komunitas koordinator virtual Indonesia (KKVI) . Seambrek prestasi menyertai. Banyak karya berhasil diorbitkan. Diantaranya adalah: buku antologi Kisah Inspiratif sang Guru, Belajar di Tengah Corona , Prahara di Tengah Pandemi. Aku dan Korona yang, Beberapa artikel yang telah dimuat di media daring dan cetak. Saat ini sedang menyelesaikan naskah antologi bersama siswa Belajar dari Covid 19 dan tahap finishing naskah untuk e-book Merdeka Belajar Konsep Revolusi Pendidikan Abad 21, buku kolaborasi Tips Mudah Menulis Buku dan Mobil Learning. Seecara lengkap bisa di akses pada link :
https://drive.google.com/file/d/1oHk-MJUfcYYbo_ZCMGXINK_GEIGMiOAw/view?usp=drivesdk
Pelatihan belajar menulis dibuka oleh moderator Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. Beliau memperkenalkan sosok Ibu Nora yang sama-sama alumni belajar menulis gelombang 8 dan tergabung dalam kegiatan pokok antologi gelombang 8 . Menurut penuturan bu Aam, bu Noralita yang berperan sebagai pengedit naskah dan pada awal kegiatan merupakan salah satu peserta yang bukunya tembus ke penerbit mayor PT Andi offset.
Tujuan Membuat Karya Tulis Berupa Hasil Penelitian
Meneliti sangat berkaitan erat dengan kegiatan akademik yang sering dilakukan untuk pemenuhan tugas akademik ataupun persyaratan kelulusan jenjang pendidikan S1, S2 dan S3. Meneliti juga dilakukan di luar kegiatan akademik baik dilakukan perorangan, kolaborasi ataupun lembaga untuk menyikapi ketidakpahaman terhadap sesuatu, informasi yang tidak jelas, adanya keresahan, ketakutan dan sebagainya. Bagi pendidik penelitian biasanya dilakukan untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat. Penelitian yang dilakukan seseorang secara mandiri ataupun secara berkolaborasi pada dasarnya mempunyai satu tujuan yakni untuk memecahkan masalah. Sudah barang tentu penelitian yang dilakukan harus obyektif, sistematis, menggunakan metode mengikuti prosedur sesuai dengan kaidah-kaidah, mulai pengumpulan data, pengolahan data hingga pembuktian. Semua kegiatan dituangkan dalam sebuah laporan sistematis yang berupa karya tulis ilmiah.
Sebagaimana paparan yang disampaikan Ibu Nora sebagai narasum Begitu panjang proses yang kita tempuh untuk membuat karya tulis ilmiah. .Memerlukan waktu yang lama, menguras tenaga dan pikiran, serta menggunakan biaya. Penelitian yang kita buat awalnya hanya untuk memenuhi target pencapaian tujuan tertentu. Setelah selesai digunakan maka karya kita akan tergeletak dan tersimpan begitu saja.
Amat disayangkan jika jerih payah yang telah kita lakukan, tidak di publikasikan. Informasi yang berupa temuan-temuan yang diperoleh dari hasil karya tulis ilmiah sangat bermanfaat untuk pemecahan masalah. Di lapangan banyak masalah secara faktual yang dihadapi masyarakat. Jika informasi tersebut disebarkan kepada masyarakat luas maka akan berdampak pada nilai kemanfaatan dan hasilnya dinikmati masyarakat sebagai solusi yang nyata.
Agar Hasil Karya tulis yang kita buat mempunyai manfaat solusinya adalah mengubah karya tulis menjadi buku.
Manfaat karya ilmiah versi buku
- Dapat dibaca oleh masyarakat awam
- Buku dapat diperjualbelikan. Jadi ada keuntungan material yang dapat kita peroleh
- Bagi bapak Ibu ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit. Jadi selain mendapatkan poin AK dan laporan PTK akan mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku
- Jika buku banyak yang baca banyak yang beli ada kemungkinan nama kita sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang dan itu merupakan keuntungan tersendiri ilmu yang ada dapat tersebar bebas jika sudah diubah menjadi buku
Lalu bagaimana cara mengubah KTI menjadi buku
- Ubah judul KTI atau PTK kita menjadi judul populer
Judul KTI versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian
Sebagai contoh
JUDUL TESIS
Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA
Ketika diubah menjadi JUDUL BUKU
Kiat menulis modul berbasis riset
dapat dilihat dari contoh judul ini, objek/fokus penelitian tesis terletak pada pengembangan/pembuatan modul.. Jadi ketika diubah menjadi judul buku sesuaikan dengan fokus penelitian itu
Tinggal ditambah kata KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES, Atau lainnya
Namun di sini ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu,
A. Hapus rumusan masalah
B hapus definisi operasional
C. Hapus manfaat penelitian
Kita dapat mengisi bab 1 dengan memasukkan permasalahan pembelajaran secara umum alasan alasan menggunakan metode /media/ model / pada pembelajaran atau materi pelajaran yang kita teliti
3. Bab 2 dan seterusnya pada KTI versi buku dapat diambil dari pengembangan kajian teori pada bab 2 KTI asli.
Sebagai contoh 2 kata yang merupakan landasan teori berisi
2.1 hasil belajar
2.2 media
2.3 modul
2.4 metode pembelajaran
2.5 pembelajaran berbasis riset
Nah ini ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bagian yaitu
Sub bab 2.1 hasil belajar menjadi bab 2 buku bab 2 teori belajar
2.1 belajar
2.2 permasalahan dalam pembelajaran
2.3 hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sub bab 2.2 media pembelajaran menjadi bab 3 buku
3.1 pengertian
3.2 jenis media
3.3 manfaat media
Sub bab 2.3 modul menjadi bab 4 buku
Empat mengenal modul
4.1 pengertian
4.2 karakteristik
4.3 sistematika modul
4.4 kelebihan modul
Dan seterusnya hingga subbab dalam bab 2 selesai. Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja kita dapat menuliskan atau mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku.
4. BAB V dapat diambil dari hasil Penelitian dan pembahasan
A kita dapat memasukkan hasil penelitian KTI ke dalam buku kita ini dapat diawali dengan kata pengantar pada bab ini merupakan uraian dari hasil penelitian.
B. Hilangkan semua kata penelitian/laporan PTK laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah
C. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan ubah dalam bentuk kalimat.
5. Secara kebahasaan dan penyajian karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan.
Susunan dari gaya tulisan bebas terserah penulis karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca berpikir dan menulis adalah satu salah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan titik selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap dan mengena apabila menjadi karya ilmiah yang kita ubah menjadi buku
6. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut
7. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs resmi seperti kemendikbud go id. Jangan gunakan daftar pustaka berupa kabel berupa Blog pribadi dengan domain blogspot WordPress dll.
8. Karya ilmiah berisi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf jenis huruf dan disesuaikan dengan aturan penerbit.
Di akhir pelatihan bu Nora menegaskan kembali bahwa membuat buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judulnya saja sementara isinya Sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena jika seperti itu akan menjadi sel plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubah sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.
Motivasi dari bi Nora
Terus belajar, belajar keras semangat guru pembelajar. Jadikan diri kita lewat tulisan karena meskipun kita sudah tiada karya kita tetap ada abadi selamanya
Tiada kata terlambat untuk bisa berkarya. Menyempurnakan yang sudah kita buat akan lebih baik dari pada diam. Karya tulis Ilmiah yang kita yang tersimpan alangkah baiknya mempunyai kebermanfaatan. Agar lebih bermanfaat maka diubah dalam bentuk buku , sehingga tidak akan lekang sepanjang waktu.
Rangkuman Tanya Jawab
- Karya tulis yang bisa dijadikan buku adalah Karya yang pernah diaplikasikan dalam pembelajaran sehingga kita dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan dari model atau teknik yang diterapkan. Selain itu, jika model sudah pernah diuji cobakan maka pembaca akan semakin yakin keefektifan dari karya itu. Sebagai contoh karya yang dapat dikonversi menjadi buku adalah PTK, skripsi, tesis, disertasi, dan karya penelitian lainnya
- Karya tulis ilmiah yang ada di perpustakaan hasil karya peserta didik dapat dijadikan buku, asalkan nama penulis asli dapat disematkan. Sehingga ketika mengkonversi menjadi buku penulis asli sudah mengetahui bahwa karyanya akan di konversi menjadi buku. Hal tersebut untuk menghindari adanya pelanggaran hak cipta karena meskipun yang menulis siswa namun hal ini bukan hasil pemikiran asli dari kita sendiri.
- Perbedaan karya tulis guru dan dosen. Untuk dosen biasanya membuat penelitian dengan hibah dari dikti. Bisa tentang pengabdian masyarakat ataupun penelitian ilmiah. Tentunya format berbeda dengan karya ilmiah guru karena disesuaikan dengan aturan dari Dikti. Tetapi untuk metodologinya secara umum hampir sama. Tergantung jenis penelitian ilmiah yang ditulis (penelitian eksperimen, penelitian pengembangan, atau kualitatis. Guru biasanya membuat karya ilmiah berupa PTK atau best practice. Namun tidak menutup kemungkinan guru juga dapat membuat penelitian eksperimen, penelitian pengembangan ataupun penelitian kualitatis.
- Kiat yang dilakukan untuk sebuah karya hingga menjadi buku adalah terus belajar dan bergabung dengan sesama penulis. Karena jika kita bergabung dengan sesama penulis, maka akan memantik semangat kita untuk mau dan bisa menulis juga. Apalagi jika di komunitas tersebut ada yang sudah berhasil membukukan karyanya,, nah ini bisa jadi kompor bagi diri kita untuk bisa meniru hal itu.
- Skripsi yang sudah lama bisa dijadikan buku. Namun dapat menambahkan di bagian isi dengan pembelajaran yang sedang IN sekarang. Sebagai contoh dikaitkan dengan STEAM yang sekarang sedang hangat-hangatnya. Atau juga HOTS, jadi ada pembaruan dari segi isi. Disesuaikan dengan kondisi sekarang. Dengan demikian buku hasil konversi skripsi ibu lebih kekinian karena relevan dengan kondisi pendidikan yang dibutuhkan sekarang
- Penelitian yang dibuat bersama dengan peneliti dari luar negeri saat akan dibukukan, harus ada izin dari penulis lainnya karena itu merupakan karya bersama. Ijin bisa secara lisan atau tulisan yang penting ada pemberitahuan terlebih dahulu agar tidak terjadi masalah di kemudian hari karena karya ilmiah itu bukan murni dari hasil pemikiran kita saja melainkan pemikiran bersama.
- Cara membuat buku dari hasil karya tulis orang lain agar tidak terkena pelanggaran plagiat adalah dengan menggunakan teknik parafrase. Untuk menghindari terjadinya plagiarisme usahakan ada editor yang membantu agar isi buku kita jauh lebih baik. Peran editor untuk mengecek hasil tulisan jika ada kekurangan atau kesalahan dan menambahkan hal-hal yang dianggap perlu. Teknik parafrase kita dapat mengikuti panduan dari OWL Purdue yaitu 1) Bacalah kembali teks asli sampai anda benar-benar memahami isi dan teks tersebut 2) Singkirkan/naskah asli tersebut dan tulislah ulang gagasan dalam teks adil dalam sebuah kertas. 3) Buatlah daftar beberapa kata penting dari naskah asli ini akan membantu anda untuk mengingat kembali isi dan kalimat pada naskah asli tersebut. 4) Kembangkan kata-kata yang penting menjadi sebuah kalimat utuh dengan gaya bahasa anda sendiri yang mudah dipahami oleh pembaca. 5) Bandingkan tulisan parafrase anda tadi dengan naskah asli untuk mengecek apakah semua gagasan utama gagasan yang penting telah tercantum dari hasil parafrase tersebut. 6) Gunakan tanda petik ganda untuk mengidentifikasi istilah-istilah khusus terminologi atau frasa yang anda pinjam dari naskah asli dan yang Anda ambil Sama persis dengan naskah asli. 7) Tuliskan sumber termasuk halaman pada kertas catatan Anda sehingga ini mempermudah anda untuk menuliskan sumber pustaka atau referensi bila anda bermaksud mengambil paragraf tersebut.
Contoh 1
Kalimat asli: sebuah kejutan di bidang realita Maya (virtual reality) terjadi pada tahun 1961 dengan kemunculan sensorama Heilig
Hasil parafrase; Heilig yang dikenal dengan nama sensorama membawa perubahan yang signifikan dalam sejarah realita Maya (Krisnawati 2000: jlm 55)
Contoh 2
Kalimat asli: komputer mampu membawa orang di tempat-tempat yang belum pernah bisa mereka kunjungi sebelumnya termasuk ke permukaan planet lain
Parafrase: melalui komputer orang dapat pergi ke tempat yang belum pernah mereka kenal (Krisnawati 2000 blm 57
Atau dapat juga mencari sinopsis atau padanan kata dalam kalimat yang ada di parafrase kan mengubah kalimat aktif menjadi pasif dan seterusnya banyak cara untuk parafrase suatu kalimat
- Berapa lama dari awal jika serius PTK atau skripsi di bukukan? Proses mengubah tesis saya menjadi buku sekitar 4 sampai 4 bulan karena saya selingi dengan kegiatan lain sehingga tidak fokus namun jika fokus sebulan pasti sudah jadi .KTI versi buku biasanya minimal 100 halaman A5. Untuk biaya penelitian tergantung pada masing-masing penerbit beda penerbit beda biaya.
- Plagiarisme dapat dideteksi dengan menggunakan suatu program atau aplikasi yang bernama turnitin. Indeks plagiarisme yang diterima minimal tidak lebih dari 40% dari keseluruhan.
.
Sangat lengkap sekali, yang tidak ikut pelatihan juga bisa belajar banyak nih. Terima kasih
BalasHapusMampir ke blog saya Jagoan Banten
Siap
HapusTirmakasih Pak
BalasHapus